oleh

Berita Bola Man City: Klopp, Masalah Terbesar Guardiola

Berita Bola Man City – Super Sunday antara Liverpool dan Manchester City akan menjadi salah satu pertandingan terbesar musim Liga Primer. Dan pertemuan Pep dengan Klopp akan menjadi sorota. Akankah Pep Guardiola menemukan cara untuk menghentikan musuh lamanya, Jurgen Klopp?

Rivalitas Pep Guardiola dengan Jurgen Klopp dimulai sejak Bayern Munich kalah 4-2 dari Borussia Dortmund di Piala Super Jerman pada Juli 2013.

Itu adalah pertandingan pertama Guardiola dalam menangani Bayern. Kebobolan empat gol pada laga pertamanya tentu sangat mengejutkan, mengingat Pep adalah pelatih dengan banyak pengalaman dan prestasi

Saat Guardiola datang, Bayern baru saja meraih treble di musim sebelumnya. Namun ia tertegun dan terpukau oleh keintensifan dan kekejaman pasukan Klopp pada saat itu

Dua pria ini telah menjadi musuh yang akrab dalam lima tahun sejak itu, tetapi wajar untuk mengatakan Guardiola masih mencari tahu cara terbaik untuk menghentikan tim yang diasuh Klopp. Menurut data statistik, Pep kalah tujuh kali dari Klopp, dan Klopp hanya kalah lima kali dari Pep. Tiga kekalahan beruntun musim lalu cukup membuat Pep menjadi Klopp sebagai masalah yang cukup besar baginya.

Untuk City dan Guardiola, kekalahan di musim lalu terasa sangat menyakitkan daripada yang terakhir. Pertama, kekalahan 4-3 di Anfield yang mengakhiri catatan tak terkalahkan mereka di Liga Inggris pada bulan Januari musim lalu. Lalu kekalahan di Anfield yang menghancurkan mimpi mereka Liga Champions, lalu disusul kekalahan Etihad Stadium pada bulan April di kompetisi yang sama.

Pasukan Guardiola kebobolan sembilan gol di tiga pertandingan, Pep selalu kewalahan dalam menghadapi counter attack Liverpool. Bahkan ia menyebut Sadio Mane, Mohammed Salah, dan Roberto Firminho sangat sulit dihentikan.

Baca Juga :  Berita Bola MU: Mourinho Tidak Mempercayai Empat Pemain Belakangnya

Meski begitu, Guardiola mengingat kembali bagaimana ia bisa menang 5-0 atas The Reds. Biasanya ia menggunakan formasi 4-3-3, namun pada laga itu ia menggunakan 3-5-2, dimana Danillo, John Stones, dan Nicolas Otamendi menjadi bek tengah, sementara Kyle Walker dan Benjamin Mendy dijadikan wing-back.

Pertahanan yang ekstra ini digunakan untuk meredam counter attack Liverpool, dan untuk menekan mereka melalui sektor sayap. Dan pada laga selanjutnya saat Liverpool menang 4-3, Guardiola kembali menggunakan 4-3-3.

Mereka akan bertemu lagi pada hari Minggu ini, dalam lanjutan Liga Inggris.

Komentar

Berita Terbaru