oleh

Berita Juventus

Meskipun gagal meraih juara Liga Champions musim ini, Juventus tetaplah digdaya di kompetisi domestik. Si Nyoya Tua akhirnya memastikan gelar juara Serie A Italia dalam tujuh musim secara beruntun. Selain itu, Juventus juga melengkapi torehan manisnya dengan menyabet gelar juara Coppa Italia usai menyudahi perlawanan AC Milan dengan skor 4-0.

 

Usai meraih gelar juara, ada beberapa berita Juventus yang menggembirakan serta menyedihkan bagi para fans. Berita yang pertama dan paling utama tentu saja mengenai akhir karir Gianluigi Buffon di bawah mistar gawang Juventus. Selanjutnya, terdapat berita menggembirakan lain dimana salah satu talenta terbaik Italia kemungkinan bergabung dengan Juventus.

 

The end of era, selamat tinggal dan terima kasih Buffon

 

Hanya satu kekurangan Buffon selama berkarir di Juventus yaitu tidak berhasil untuk mengangkat trofi Liga Champions. Tiga final dijalaninya dan semua berbuah pahit bagi penjaga gawang andalan timnas Italia ini. Pada tahun 2003, Buffon menjalani final Liga Champions perdana namun takluk dari AC Milan. Selanjutnya, pada tahun 2015 dan 2017 ia juga gagal membawa Juventus meraih gelar juara setelah kalah dari Barcelona dan Real Madrid.

 

Meski kurang berhasil di kancah level Eropa, berita Juventus mengenai prestasi Buffon di level domestik justru sangat membanggakan. Selama karirnya, ia telah berkontribusi untuk menghadirkan berbagai trofi ke Turin mulai dari juara Seria A, Coppa Italia hingga Piala Super Italia. Secara individu, Buffon juga pernah meraih predikat sebagai kiper terbaik selama menjadi andalan di bawah mistar Juventus.

 

Kini, Buffon telah resmi meninggalkan klub yang telah membesarkan namanya. Banyak fans yang ikut terharu ketika momen perpisahan sang kapten di laga terakhir Serie A menghadapi Hellas Verona. Akan tetapi, Buffon tidak memutuskan untuk gantung sepatu karena kiper berusia 40 tahun ini telah memilih tujuan berikutnya yaitu Paris Saint Germain.

Baca Juga :  Berita Terbaru Klub Parma - Tangguhnya Lini Pertahanan Parma 90an

 

Berita Juventus, kemungkinan kembalinya Matteo Darmian ke Serie A

 

Juventus memang populer sebagai tim yang memelihara tradisi Catenaccio, dimana organisasi pertahanan memegang kunci utama dalam sepak bola. Jadi, tidaklah mengherankan apabila tim ini selalu memakai pola formasi tiga bek sejajar baik 3-4-3 maupun 3-5-2. Pada musim 2017/2018, mereka kehilangan sosok seorang Leonardo Bonnuci yang hengkang ke AC Milan.

 

Kepergian Bonucci memang masih dapat diatasi dengan kehadiran Mehdi Benatia maupun Daniel Rugani yang semakin matang. Namun, usia Benatia maupun Barzagli sebagai bek Juventus jelas tidak muda lagi karena telah menginjak kepala tiga. Kondisi ini pun membuat Juventus perlu mencari sosok pengganti keduanya untuk musim depan.

 

Nama yang paling santer beredar semakin mendekat ke Juventus adalah bek Manchester United yaitu Matteo Darmian. Bek eks Torino ini memang dinilai cocok oleh Massimiano Allegri karena fleksibilitasnya yang dapat bermain sebagai bek tengah, kiri maupun kanan. Kemampuan Darmian pun sangat cocok dengan pola formasi 3-4-3 maupun 3-5-2 yang kerap diusung Juventus.

 

Bukan sebatas isapan jempol belaka, terdapat beberapa berita Juventus yang melansir soal transfer sang pemain. Kabarnya Juventus bersedia dan telah sepakat dengan harga untuk memulangkan Darmian dari Manchester United. Selama berkarir bersama setan merah, pria berusia 28 tahun ini telah bermain sebanyak 81 pertandingan dan kontribusi 1 gol.

 

Kepulangan Darmian ke Italia jelas sangat menguntungkan Bianconeri karena dapat meremajakan susunan pola tiga bek sejajarnya. Bukan tidak mungkin di musim depan fans Juventus akan melihat tiga pola bek sejajar yang lebih bervariasi. Misalnya: Chiellini-Benatia-Barzagli atau Chiellini-Rugani-Darmian. Jelasnya, minimnya kesempatan bermain di MU musim lalu membuat kabar mengenai kepindahan Darmian ke Juventus makin berembus kencang.

Komentar

Berita Terbaru