oleh

Bobroknya Pengurus Serta Berita Ketum PSSI Masih Menjadi Topik Hangat

Berita ketum PSSI yang masih menjadi isu hangat hingga sampai saat ini memanglah tidak bisa di dinginkan begitu saja. Karena sudah banyak kasus yang hingga kini menjadi topik pembahasan dari para penggemar sepakbola di seluruh penjuru Indonesia. Kegagalan Timnas Indonesia di kancah Asia hingga sampai isu pengaturan skor, menjadi pemberitaan utama dari media masa maupun media digital. Yang saat ini masih belum bisa dilupakan adalah dengan adanya suguhan pertandingan yang tidak layak dimana hal itu terjadi di Liga 2 Indonesia. Meskipun di kompetisi Liga 1 Indonesia sendiri masih belum bisa terdeteksi, akan tetapi bukan menjadi hal yang tidak mungkin apabila di kompetisi kasta satu Indonesia tersebut juga ditukangi oleh mafia sepakbola.

Berita ketum PSSI, Bakal Segera Dicopot

Berita ketum PSSI yang juga jarang hadir dalam sebuah rapat pembahasan dikarenakan menjabat sebagai gubernur pun, menjadi kritik yang cukup pedas. Pasalnya sebagai ketua umum PSSI menjadi sebuah hal yang wajib untuk menghadiri rapat yang diselenggarakan secara rutin, agar bisa menjadi contoh tauladan bagi para pengurus lainnya. Bhayangkara FC yang juga mengambil tindakan soal pengaturan skor pun ikut menyayangkan dengan apa yang ditunjukkan oleh Ketum PSSI selama ini, dimana dalam sebuah acara talk show anggotanya mengungkapkan bahwasannya Edy tidak jarang izin untuk tidak menghadiri sebuah rapat.

Untuk berita ketum PSSI sendiri memang tidak bisa diselesaikan secara seksama dan praktis, mengingat para Exco PSSI juga menghalangi untuk mundurnya Edy sebagai ketua umum PSSI. Para anggota Exco PSSI menyebutkan bahwsannya kinerja yang ditunjukkan oleh Edy Rahmayadi sangatlah baik, karena dirinya mengontrol secara langsung setiap kegiatan yang dilakukan oleh anggotanya. Padahal saat ditanya oleh Najwa dalam sebuah acara di tv swasta, para Exco PSSI tersebut juga tidak bisa menjelaskan kinerja nyata hingga sampai detik ini yang sudah dilakukan oleh Edy Rahmayadi sebagai Ketum PSSI. Setelah kita ketahui bahwasannya Edy sendiri juga memilih untuk menghilangkan nama Milla dari kursi kepelatihan untuk digantikan oleh asisten pelatih, Bima Sakti.

Baca Juga :  Change Org Edy Harus Mundur : Sudah Waktunya Edy Rahmayadi Mundur Dari PSSI

Kabar terbaru berita ketum PSSI menghalangi pembayaran gaji Luis Milla selama dua tahun yang memang belum terbayarkan. Para penggemar pun kian muak dengan apa yang telah terkuak dalam sebuah acara talk show yang dihadiri oleh para pejabat PSSI, mantan pelatih Timnas U16, serta mafia bola Indonesia. Kabar terhangat, Bhayangkara kini tengah mengurus kasus ini dan menyeret beberapa nama Komite Eksekutif PSSI. Memang telah ada beberapa nama yang telah disebutkan, akan tetapi memang dari pihak PSSI sendiri yang justru menghalang-halangi pelaporan tersebut kepada pihak kepolisian. Tercatat, Ratu Tisha yang kini menjadi Sekjen PSSI juga bisa mengambil langkah hukum untuk penyelesaian lebih lanjut. Hal itu diungkapkan karena masalah di intern sendiri juga masih belum bisa rampung hingga sampai saat ini.

Melihat buruknya perkembangan induk sepakbola Indonesia, dan berita ketum PSSI yang masih belum jeas. Bhayangkara FC memberikan izin terhadap managernya untuk ikut buka suara terkait pencederaan sepakbola Indonesia.

“ Untuk kasus yang berkaitan dengan adanya pengaturan skor, apakah harus dibiarkan dan tidak ada proses hukum untuk menyelesaikan masalah ini? Saya rasa aturan PSSI sendiri yang tidak bisa tegas terhadap oknum dan mafia yang bermain didalamnya. Seharusnya, untuk bisa membenahi semua ini pun kita semua harus terlibat, sehingga bisa benar-benar tuntas.” Ungkap Suardji.

Komentar

Berita Terbaru