oleh

Piala Malaysia Kurang Antusiasme

Setelah 5 putaran pertandingan yang telah bergulir dan satu putaran lagi sebelum babak sistem gugur, satu aspek penting seolah hilang dari Piala Malaysia hal tersebut ternyata cukup mengkhawatirkan

Piala Malaysia Kompetisi Tertua

Malaysia sebenarnya pernah menjadi kebanggaan bangsa dan salah satu piala yang paling didambakan mulai dari pemain, penggemar dan tim. Namun bila melihat regulasi di babak grup baru baru ini, menunjukkan bahwa daya tarik kompetisi tidak lah semenarik seperti dulu lagi.

Setelah lima putaran pertandingan di empat grup yang berjumlah 40 pertandingan memang telah bergulir di ajang Piala Malaysia. Namun pada kompetisi ini, belum banyak orang yang tertarik menyaksikan langsung di stadion.

Berjuang Untuk Menarik Hati Para Penggemar

Semua 16 tim berjuang untuk menarik penggemar, untuk datang ke stadion. Sejatinya kompetisi yang dimulai pada bulan Agustus tersebut berjalan setelah selesainya musim Liga Super 2018.

Tiga tim kuat PialaMalaysia yang berupaya menarik penonton antara lain Johor Darul Ta’zim, Terengganu FC dan Kedah, memang sedikit membuahkan hasil.

Persentase Penonton

Sementara itu Perak, Pahang, Kelantan, MIFA, Kuala Lumpur adalah lima tim hanya hanya di tonton kisaran 5% -10%.  Dan lebih menghawatirkan lagi bagi tujuh tim lainnya, yang ternyata tetap jatuh di bawah angka 5%.

Kehadiran tertinggi, terjadi dalam satu pertandingan.  Dimana Stadion Tan Sri Dato Haji Hassan Yunos, yang menjadi pertarungan  JDT melawan Kedah. Menurut data statistik penonton saat itu berjumlah 8680 penggemar. Sementara persentase terendah adalah 152 ketika KL melawan Felcra FC.

Beberapa orang mungkin menyalahkan kepopuleran sepak bola Eropa yang yang membuat para penggemar berpaling. Nyatanya orang malaysia lebih suka menonton pemain sepak bola favorit mereka beraksi di Piala Malaysia, daripada tim lokal yang mereka dukung.  Namun hal itu hanya lah satu aspek kecil dari sejumlah faktor lainnya.

Baca Juga :  Harga Tiket Glasgow Rangers Untuk Liga Europa Buat Marah Fans

Faktor lain adalah adanya sponsor untuk penyelenggara kompetisi yang bekerja sama dengan siaran di televisi atau melalui aplikasi streaming, sehingga penggemar lebih nyaman berada di rumah dibanding datang langsung ke stadion.

Liga Malaysia (MFL) dan tim yang berpartisipasi khususnya, tentu harus melakukan lebih banyak cara untuk mendorong penggemar kembali ke stadion. Terlepas apakah pertandingan tersebut ditampilkan langsung atau tidak.

Komentar

Berita Terbaru